Purnamasidi Apresiasi Respons Cepat Kemendikti Saintek–BRIN, Tekankan Pentingnya Kehadiran Negara yang Nyata di Tengah Bencana

Jakarta, Kabarjelas.com – Di tengah kepungan tenda darurat yang berdiri di atas tanah retak Sumatera, suara dari Senayan kembali mengingatkan satu hal mendasar: negara tidak boleh hanya hadir sebagai simbol. Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Kemendikti Saintek dan BRIN dalam fase darurat, sembari menegaskan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan warga terdampak.

“Dalam kondisi genting seperti ini, kehadiran negara harus terasa nyata. Bukan sekadar hadir di rapat atau dokumentasi kamera,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Purnamasidi menyebut tindakan Kemendikti Saintek dan BRIN sebagai contoh institusi yang bergerak tanpa jeda. Dari teknologi air siap minum ARSIUM hingga makanan tinggi protein bagi penyintas, langkah cepat itu—katanya—menunjukkan bagaimana negara seharusnya bekerja ketika nyawa dan masa depan masyarakat berada di ujung tanduk.

Sementara itu, di lapangan, kerusakan yang ditinggalkan bencana tidak main-main: sekolah-sekolah rata tanah, jaringan komunikasi terputus, jalur distribusi tersendat, dan ribuan keluarga kehilangan kemampuan menopang pendidikan anak-anak mereka. Bagi Purnamasidi, kondisi seperti ini wajib menjadi dasar kebijakan program maupun anggaran pendidikan.

Ia juga kembali mendorong penetapan status bencana nasional agar mobilisasi sumber daya bisa dilakukan tanpa hambatan politik maupun birokrasi. Penanganan tanggung jawab sebesar ini, katanya, tak boleh dibatasi oleh prosedur yang berjalan lambat.

Namun pesannya yang paling keras diarahkan pada fase pemulihan jangka panjang—fase yang sering ditinggalkan ketika sorotan kamera menghilang.

“Rekonstruksi bukan pekerjaan sebulan dua bulan. Kita tidak boleh berhenti di awal, lalu meninggalkan masyarakat berjalan sendiri,” tegasnya.

Purnamasidi menutup pernyataannya dengan desakan moral: negara harus hadir bukan untuk terlihat bekerja, tetapi untuk memastikan warga terdampak benar-benar pulih. Karena di luar sorotan kamera, yang dibutuhkan masyarakat hanyalah negara yang bekerja tanpa pamrih.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru