Heboh Teror Pocong AI di Patrang, Tiga Remaja Diamankan Polres Jember

JEMBER,kabarjelas.com – Warga Lingkungan Cangkring, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember sempat dibuat resah dengan beredarnya foto dan video pocong di media sosial. Namun setelah dilakukan penyelidikan, informasi tersebut dipastikan merupakan hoaks hasil rekayasa digital menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Polres Jember mengamankan tiga remaja yang diduga sebagai penyebar konten tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat terkait unggahan viral yang memicu keresahan warga.

Kasat Binmas Polres Jember AKP Agus Yudi Kurniawan mengatakan polisi langsung bergerak menelusuri sumber unggahan begitu laporan diterima.

“Hari ini kami tindak lanjuti aduan masyarakat terkait berita yang beredar di media sosial yakni keberadaan pocong di salah satu rumah warga,” ujar Agus Yudi.

Polisi bersama perangkat Kelurahan Patrang kemudian mendatangi lokasi yang disebut dalam unggahan viral tersebut. Klarifikasi dilakukan dengan melibatkan lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, ketua RW hingga RT setempat.

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa foto dan video pocong itu bukan kejadian nyata, melainkan hasil editan menggunakan aplikasi AI.

Menurut keterangan polisi, konten tersebut awalnya dibuat oleh seorang pemuda bersama teman-temannya hanya untuk diunggah di story WhatsApp. Mereka memotret salah satu lokasi di Jalan Merpati, Kelurahan Patrang, lalu menambahkan gambar menyerupai pocong menggunakan teknologi AI.

Namun unggahan tersebut kemudian menyebar luas ke berbagai platform media sosial dan memicu kepanikan warga.

“Awalnya hanya dibuat untuk hiburan, tetapi akhirnya viral dan membuat masyarakat resah,” kata Agus Yudi.

Ia menegaskan bahwa informasi mengenai kemunculan pocong tersebut tidak benar. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Alhamdulillah ternyata berita itu tidak benar, itu hasil editan anak-anak kreatif namun salah jalan,” tambahnya.

Saat ini ketiga remaja tersebut masih dimintai keterangan di Mapolres Jember untuk mendalami motif penyebaran konten hoaks tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bahwa perkembangan teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten palsu yang memicu keresahan publik jika tidak digunakan secara bertanggung jawab.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru